5 Destinasi Wisata di Banda Aceh Yang Membuatmu Terpukau

Banda Aceh adalah ibu kota provinsi Aceh, pintu gerbang ke daratan Sumatera di sisi utara. Kota itu, juga dikenal sebagai Serambi Mekah, adalah tempat pertama untuk menyebarkan Islam di kepulauan itu. Kesultanan Aceh dikatakan sebagai bagian dari Kekaisaran Ottoman.

Selain wisata sejarah yang menakjubkan, Anda juga dapat menikmati bagian indah dari Banda Aceh. Setelah lebih dari 14 tahun sejak tsunami tahun 2004, Banda Aceh kini telah muncul dengan indah dan menjadi lebih indah. Ada begitu banyak tujuan wisata yang bisa Anda kunjungi di sini.

Untuk menuju Banda Aceh, ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih berdasarkan anggaran Anda, mulai dari pesawat, bus atau kapal. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Malahayati keduanya dekat dengan Banda Aceh, sehingga memudahkan wisatawan yang ingin mengunjungi kota Banda Aceh.

Apa tujuan wisata yang bisa Anda nikmati di Banda Aceh?

1. Taman Sari Gunongan dan Pinto Khob

Jika India memiliki Taj Mahal, maka Taman Banda Aceh memiliki Sari Gunongan. Keduanya merupakan simbol cinta para raja bagi pasangannya. Taman Sari Gunongan sendiri adalah hadiah dari Sultan Iskandar Muda untuk ratunya, yaitu Putri Kamaliah (Putroe Phang) dari Negeri Pahang, Malaysia. Taman Sari Gunongan terletak di kompleks Taman Bust Sariussanatin Banda Aceh yang dilintasi oleh Sungai Krueng Daroy.

Tempat ini sebenarnya adalah tempat khusus bagi permaisuri untuk melarikan diri dan melengkapi keinginannya untuk kampung halamannya tercinta, di mana bentuk taman ini mirip dengan perbukitan di negara bagian Pahang. Bangunan Gunongan itu sendiri terdiri dari tiga tingkat, semuanya berwarna putih. Sangat cantik dijamin, deh!

Di belakang kebun sari adalah bangunan persegi dengan nama Kandang. Sangkar adalah makam Sultan Iskandar Thani. Di bagian depan ada pusat batu yang merupakan penobatan Sultan Aceh. Tidak jauh dari bangunan utama Gunongan, Anda dapat mengunjungi Pinto Khob, yang menjaga para wanita kerajaan yang sedang menunggu dengan Putroe dalam perjalanan ke pemandian. Bukankah itu sangat unik?

2. Lapangan Blangpadang Dan Monumen Replika Pesawat Dacota DC-3 Seulawah RI-001

Daerah yang paling luas yang dulunya merupakan daerah dengan sawah untuk orang-orang kini telah diubah menjadi ruang terbuka hijau di Banda Aceh dengan banyak kisah sejarah. Di daerah ini Anda akan membantu banyak prasasti terima kasih untuk negara-negara yang telah membantu Aceh pulih setelah tsunami 2004.

Tidak jauh dari bidang ini adalah monumen replika pesawat Dacota DC-3 Seulawah RI-001 yang memberikan kontribusi kepada masyarakat Aceh di Indonesia. Pesawat ini kemudian menjadi industri luar angkasa di Indonesia. Karena lokasi lapangan Balangpadang di tengah jalan antara monumen bersejarah seperti Rumoh Aceh, Gunongan, dan Pemakaman Kerkhoff, bidang ini dapat menjadi titik awal untuk menjelajahi situs bersejarah Banda Aceh.

3. PLTD Apung 1

Jejak kedahsyatan tsunami pada tahun 2004 masih dapat dilihat dengan jelas oleh berbagai monumen di kota Banda Aceh, termasuk monumen PLTD mengambang (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) 1. Kapal PLTD terapung seberat 2.600 ton ditarik oleh tsunami. gelombang dari perairan Ulee Lheue. lima kilometer ke pusat Kota Banda Aceh.

Area di sekitar PLTD terapung telah digunakan oleh pemerintah sebagai fasilitas pariwisata pendidikan. Sekitar monumen adalah peninggalan yang menyerupai gelombang banjir. Anda juga dapat naik perahu dan melihat berbagai pegunungan Bukit Barisan yang indah.

4. Kapal Apung Lampulo

Kapal apung ini juga menjadi saksi bisu sejarah tsunami pada tahun 2004. Kapal seberat 65 ton itu ditangkap di atas sebuah rumah di Desa Lampulo. Kapal Lampulo ini adalah kapal nelayan yang awalnya bersandar pada TPI Lampulo.

Kapal kayu itu ternyata menjadi penyelamat bagi 59 orang ketika tsunami terjadi pada 2004. Untuk melihat bagian atas, tangga datar yang kuat telah dipasang sehingga Anda dapat dengan bebas melihat bentuk dan kondisi kapal. Monumen ini tentu saja mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta. Untuk sampai di sini, Anda bisa menggunakan penyu atau motor Banda Aceh dengan kisaran harga 5.000 IDR per kilometer

5. Pantai Lhok Mee Dan Bukit Soeharto

Dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih, Pantai Lhok Mee memiliki tempat khusus di jantung populasi Aceh. Selain itu, pantai ini juga memiliki karakteristik pohon yang tumbuh dari air, yang dikenal sebagai pohon Geurumbang. Anda dapat memanjat pohon ini dan menikmati semilir angin pantai di pohon yang menenangkan.

Air lautnya yang jernih menjadikan pantai ini cocok sebagai area snorkeling. Setelah kelaparan di sini dan melepaskan rasa lapar, Anda juga bisa makan ikan bakar yang dijual di daerah dekat pantai. Jika Anda berkunjung ke sini, jangan lupa berhenti di Bukit Suharto. Bukit ini dinamai demikian karena memiliki program reboisasi pada masa kepemimpinan Presiden Suharto.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>